Belakangan ini saya disibukkan dengan pekerjaan baru saya di Handshake AI. Selain mempersiapkan pipeline i18n Indonesia yang akan segera diluncurkan, saya juga terlibat dengan beberapa inisiatif yang aslinya merupakan proyek pipeline Amerika. Alhasil, hidup terasa macam pagelaran akrobat. Berikut adalah kegiatan yang belakangan menjadi rutinitas saya setiap hari:
#1 Bangun jam setengah 5 subuh. Bersihkan litter box kucing yang sudah dipenuhi ranjau. Bau amonia yang menyeruak dijamin membuat orang melek.
#2 Sudah melek, minum teh manis hangat buat nambahin tenaga. Kemudian, salat subuh. Ini bukan waktu-waktu yang khusyuk, karena di waktu yang sama, istri saya biasanya sudah selesai memberi makan kucing-kucing. Alhasil, selama salat, saya senantiasa ditemani dua remaja tanggung, Elron dan Sauron, yang menarik-narik sarung atau bergulat tidak jelas di sajadah. Semoga pahala saya berlipat ganda.
#3 Usai salat, istri saya biasanya langsung main June’s Journey, sementara saya membaca pesan-pesan terkait pekerjaan di Slack. Jika ada yang darurat, saya akan langsung lanjut kerja. Jika tidak, saya catat saja untuk agenda hari ini.
#4 Tidur lagi. Biasanya, sampai jam 8-an.
#5 Bangun lagi. Saya mesti menyisakan waktu untuk sarapan, mandi, main sama kucing, dan bersih-bersih kamar sebelum kerja. Total bisa makan waktu 1-2 jam, tergantung tingkat kekacauan yang disebabkan kucing-kucing saya pagi itu.
#6 Dulu, sebelum saya memelihara banyak kucing, biasanya saya akan mulai bekerja dari rumah. Akan tetapi, belakangan saya merasa butuh keluar untuk memulai hari. Saya akan mencari kedai kopi yang dekat dan enak untuk mengatur mood. Pilihan di dekat rumah cukup beragam, tapi yang biasa saya sambangi adalah Fieholic, Sohree, atau The Atjeh Connection. Kalau baru gajian, terkadang saya kongkow di Gould.
#7 Sekitar jam 1 siang saya akan pulang untuk istirahat, juga salat. Selain itu, ini juga waktunya mengasih makan camilan kucing. Setelah semua beres, waktunya power nap. Saya jarang makan siang. Istri saya biasanya menyediakan camilan ringan bikinan sendiri.
#8 Sekitar jam 2 saya akan kembali bekerja. Menyelesaikan pekerjaan yang belum beres, atau membuat rencana untuk besok. Waktu kerja sesi kedua ini akan berlangsung hingga sekitar jam setengah 5, karena jam 5 adalah waktu makan besar kucing-kucing saya.
#9 Istirahat part kedua, makan malam (kami biasa makan jam setengah 6), salat maghrib dan isya.
#10 Kembali bekerja. Ini adalah waktu-waktu yang sibuk karena biasanya rekan-rekan kantor saya yang dari luar Indonesia mulai pada ‘bunyi’. Update seputar pekerjaan mulai berdatangan. Di sesi kerja malam ini biasanya saya tak ingin terlalu sibuk. Hanya menuntaskan pekerjaan sebelumnya, jika ada, atau mencatat perkembangan terbaru untuk dikerjakan esok hari.
#11 Jam 10 malam. Ini waktunya kucing makan camilan terakhir. Di waktu ini pula, Si Paluppa, kucing kampung kesayangan kami, akan minta keluar rumah untuk pup (dia satu-satunya kucing kami yang maunya pup di kebun). Jadi, saya akan mengeluarkan dia.
#12 Reading time 1-2 jam, atau nonton film, atau nonton Youtube.
#13 Sekitar tengah malam, biasaanya mata sudah mulai berat dan siap tidur. Sebelum menuntaskan hari, saya akan membukakan pintu untuk Paluppa yang biasanya sudah selesai berkelana dan menunggu di depan pintu rumah.
#14 Masuk selimut. End of day.
Rangkaian kegiatan tadi sudah berjalan selama sekitar 5 bulan. Sejujurnya, saya merasa rangkaian ini masih kurang ideal. Kadang, ada hari-hari di mana pagi saya terasa melelahkan dan stressful. Kadang saya juga kurang tidur yang menyebabkan energi di keesokan harinya terasa rendah. Dalam jangka panjang, ini jelas bom waktu. Itu sebab sampai saat ini saya masih mengulik cara untuk lebih mengoptimalkan waktu yang ada.
Beberapa ide yang terpikir adalah melakukan otomasi. Misalnya, membeli mesin pemberi makanan otomatis untuk kucing saya, jadi waktu yang biasanya dipakai untuk memberi camilan bisa digunakan untuk hal lain. Kedua, mengubah pola makan kucing-kucing. Idealnya, tak ada lagi acara makan atau pup larut malam. Dengan demikian, mungkin malam saya bisa berjalan dengan lebih tenang dan syahdu. Semoga.
Leave a Reply