Berikut adalah catatan acak saya soal penulisan. Pemikiran-pemikiran ini muncul tak beraturan dan, karenanya, disusun dengan cara yang juga demikian. Semoga berkenan!
[01] Tulis dulu, jangan banyak mikir. Biarkan naskah ngos-ngosan tapi jujur.
[02] Edit nanti, pas mata sudah terang, tapi rasa masih hangat.
[03] Jangan cari kalimat sempurna, cari yang bernafas dulu. Kalimat kedua akan datang sendiri, asal yang pertama ditulis tanpa takut mati.
[04] Karakter bukan diciptakan, tapi ditemukan di antara typo dan jeda panjang.
[05] Dialog bukan obrolan, tapi gema dari apa yang tak bisa mereka bicarakan.
[06] Konflik tak harus besar. Ia bisa luka kecil yang tak pernah sembuh.
[07] Rasanya, setiap cerita besar cuma tentang itu, tentang seseorang yang ingin dimengerti penuh.
[08] Setiap tanda titik adalah napas. Tanda koma adalah ragu yang manusiawi.
[09] Kehabisan ide adalah cara dunia menyuruh kita untuk melamun sebentar lagi.
[10] Tak usah malu dengan tulisanmu. Biarkan kata-katamu mencari rumahnya sendiri.
Jakarta, 2025
Leave a Reply