Hey! Bagi yang merayakan, saya ingin mengucapkan mohon maaf lahir batin dan selamat Lebaran! Selamat menikmati ketupat, opor dan rendang, serta selamat berkumpul-kumpul dengan keluarga. Semoga, momen ini bukan saja bisa bermakna spiritual, tapi juga membuahkan inspirasi bagi kita semua untuk ke depannya. Amin!
Beberapa hal yang mengesankan buat saya selama bulan puasa tahun ini adalah:
- Perubahan iklim dari hujan menjadi panas terik di tengah bulan puasa itu memang sialan. Kulit jadi garing seperti kelamaan di-oven. Kerongkongan rawan kering kerontang. Gara-gara ini, saya jadi sakit tiga hari lamanya.
- Kucing saya, Bonbon, melahirkan dua putra. Sehat semuanya, dan lucu-lucu tampangnya. Sampai saat ini belum ada nama, karena mesti dihitung dulu hari baiknya.
- Kucing saya, Chewy, kena jamur dan bakteri telinga. Kami jadi rutin ke dokter buat kontrol kondisinya.
- Baru kali ini hari pertama Lebaran terbilang ‘damai’. Kami hanya keliling komplek untuk salam-salaman sebentar. Tak ada aplusan keluarga yang heboh, tak ada keliling rumah keluarga yang melelahkan. Senang bin syahdu.
- Bangga dan salut betul melihat Iran. Sungguh sebuah bangsa yang besar, berprinsip, dan berani.
- Geli dengan Prancis, Inggris dan Jerman yang plintat-plintut. Katanya negara besar, dan katanya pula ini negara-negara pemimpin Eropa, tapi membuat keputusan saja sulit. Pick a side, Mas Bro!
- Jijik melihat Israel dan Amerika Serikat.
- Ada passion project lama yang kembali menarik untuk dilanjutkan: menulis novel. Ini proyek yang selalu tertunda karena satu dan lain hal, seperti ketiban kerjaan, kehabisan energi, serta putus asa berkepanjangan. Tapi kini, gairah untuk melanjutkan novel yang satu ini muncul kembali. Will post more about this later.
Sekian rekap bulan puasa saya. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi.
Ciao!
Leave a Reply