Bayu Maitra's official blog

Welcome to my space. Here's where I think out loud.

[Blog] Belanja Ke Pasar Senen

Sudah lama sekali sejak terakhir kali saya menginjakkan kaki di Pasar Senen. Dulu, pasar yang jualan baju-baju bekas ini masih amburadul; panas, sesak, pengap. Ruangannya beraroma kretek basi bercampur pesing. Tapi … Seru sekali! Pelapak perang harga di kanan-kiri, kadang sambil sok kenal. Dengan bekal seratus ribu, kita bisa pulang dengan stok baju setahun. Kini, pasar sudah berubah.

Gedung baru. AC. Toilet relatif bersih. Juga, kafe dan tempat makan di sana-sini. Pasar Senen meremajakan wajah bagai artis Hollywood yang baru saja melintasi ambang batas usia paruh baya. Di dalamnya, kini berderet toko-toko yang legit. Jual barang baru dan asli, dari jam sampai kacamata. Tapi tak semuanya berubah, saya rasa. Di bawah, juga di blok-blok tertentu, masih ada lapak-lapak yang menjual baju bekas, meski sekarang lapak itu sudah lebih ramah di cuping hidung.

Pengalaman saya berbelanja pun jadi berbeda. Tak ada keringat akibat ruang yang panas pekat, tak ada paru-paru yang ingin meledak akibat kepulan asap rokok yang menyerang pelan. Ketika capek, saya tinggal melipir ke tempat jajanan untuk beristirahat, sebelum lanjut ronde kedua. Aman. Nyaman. Betah. Akan tetapi, di sisi lain, ada hal-hal yang ternyata juga saya rindukan. Kini tak ada lagi perang harga dan tawar-menawar yang gila (tawar-menawar tetap ada di lapak tertentu, tapi harganya tak semiring dulu). Tak ada pula rasa was-was terhadap copet. Ha!

Agaknya benar ungkapan yang mengatakan bahwa waktu, cepat atau lambat, akan mengubah semuanya. Pasar Senen favorit saya kini sudah berubah, mungkin ke arah yang lebih baik. Tidak apa-apa, karena pilihannya memang antara berubah atau mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *