Tanpa betul-betul terasa, 2025 sudah berlalu. Ini macam melihat kereta lewat selagi main HP di bangku tunggu. Jeglek, jeglek, jess … kereta sudah di ujung dan hanya kelihatan buntutnya. Lantas datang waktu merenung. Apa yang luput? Apa yang membekas? Juga, apa yang bisa dilakukan dengan lebih baik?
Beberapa hal yang menyangkut di sepanjang 2025, setidaknya di kepala saya, adalah sebagai berikut:
- Beberapa pekerjaan membawa saya ke tepi–dan tengah–laut. Saya selalu menjadi orang yang menyukai gunung dan hutan. Itu sebab saya jarang memilih pantai sebagai destinasi liburan. Tapi 2025 memberi perspektif baru terhadap pantai dan laut. Ia bisa sama menenangkannya, sama menyenangkannya, sama menginspirasinya. Semua tergantung bagaimana kita mengatur perspektif, serta dengan siapa kita bepergian. Ke depan, saya akan memastikan untuk mengunjungi lebih banyak pantai.
- Kucing sakit, kucing hamil, dan kucing keguguran. Sejak lahir saya sudah ditemani oleh binatang, namun saya tidak pernah benar-benar memelihara mereka. Itu, menurut pandangan saya, adalah tugas para orang tua. Mereka yang memutuskan untuk memelihara. Tapi setelah di 2025 saya memutuskan untuk memelihara kucing (Paluppa, kemudian Bonbon dan Chewy), muncul kesadaran akan kekeliruan pandangan itu. Ketika kucing masuk rumah, maka ia menjadi bagian dari ekosistem rumah. Ia bukan lagi ‘peliharaan’. Mengapa? Karena kehadirannya turut berkontribusi terhadap keseimbangan kehidupan di rumah. Mereka bukan makhluk yang cuma menerima makanan. Mereka memberikan kehangatan, kasih sayang, dan kebahagiaan bagi saya (dan ternyata untuk seisi rumah). Jadi, mereka adalah bagian dari keluarga.
- Beberapa teman jatuh sakit di 2025. Rasanya campur aduk. Ada sesal karena kurang sering berkomunikasi sebelumnya, sesal karena jarang pergi bersama, dan sesal karena tidak bisa berkontribusi lebih banyak ketika mereka jatuh sakit. Ke depan, saya ingin menelepon lebih banyak teman, dan pergi lebih sering dengan mereka.
- Keluarga adalah yang terpenting.
- Sebagai pendalaman bagi pekerjaan saya di bidang AI, pada 2025 saya belajar keahlian baru, yaitu sains data. Belajar sesuatu yang baru memang selalu menyegarkan. Energinya yang muncul selalu positif dan melimpah. Sayangnya, selama ini energi macam itu lebih banyak terbuang sia-sia. Ke depan, saya ingin lebih fokus memanfaatkan energi ini untuk mendorong diri mendekati mimpi. Ketika energi mengendur, belajar hal baru lagi. Zaman sekarang, kita bisa belajar apa pun yang kita inginkan.
- Produk pertama. Seumur hidup saya tidak pernah berani membuat produk dan melepasnya ke publik. Tahun 2025 adalah titik balik. Saya menelurkan produk Mbah Stori dan melansirnya ke publik untuk membantu para penulis dalam merancang cerita yang bermutu. Perkara publik suka atau tidak, itu urusan nanti. Yang terpenting adalah: niat kita lurus.
- Kembali buku. Tahun 2025 adalah tahun di mana saya mulai kembali lapar bacaan. Saya beli cukup banyak buku, dengan topik yang beragam; jiujitsu, trading, statistik, sains data, artificial intelligence, bisnis, penulisan, dan beberapa topik lain. Saya jadi ingat keyakinan saya dulu: satu-satunya barang yang jika dibeli takkan rugi adalah buku.
- Stranger Things berakhir. Ini adalah salah satu serial TV yang menemani saya selama hampir satu dekade belakangan. Relate. Nostalgic. Excellent. Ada rasa sedih muncul ketika saya menonton episode terakhirnya semalam.
Sekian rangkuman 2025 saya. Sekarang, waktunya menyongsong 2026 dengan paradigma berbeda. Kali ini, saya tidak akan main HP di bangku tunggu. Saya akan menantikan kereta itu datang, menyaksikan dengan seksama ketika ia melintas pergi. Syukur-syukur, ia sempat berhenti sehingga saya bisa masuk dan turut serta menuju destinasi yang lain.
Bersama orang baru.
Menuju petualangan baru.
Leave a Reply